Tuesday, September 12, 2017

Transmisi Data, Error Detection dan Sinyal Data

Standard
    Transmisi data adalah proses untuk melakukan pengiriman data dari salah satu sumber data ke penerima menggunakan komputer atau media elektronik lainnya. keberhasilan transmisi data tergantung kualitas sinyal yang ditransmisikan, karakteristik media transmisi.
   Media transmisi data ada kawat terbuka, kabel jalin ganda, kabel coaxsial, fiber optik, gelombang mikro, transmisi satelit, infrared, gelombang radio.
   Konfigurasi jalur transmisi data dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Point to point: Dalam konfigurasi ini media atau peralatan saling terhubung antara satu peralatan      dengan peralatan yang lain tanpa terbagi. Konfigurasi Point to Point biasanya digunakan pada  beberapa peralatan komputer seperti printer yang terhubung langsung dengan komputer.
- Point to multipoint: Dalam proses disebut juga dengan access multipoint, dimana pada satu alat /    media dapat terhubung dengan beberapa alat lainnya. Contoh proses transmisi data yang  menggunakan konfigurasi ini adalah penyiaran televisi, penyiaran radio yang mana satu pemancar  radio / televisi dapat diakses / terhubung dengan beberapa radio / televisi.
  
     Error detection adalah proses pelacakan kesalahan yang dilakukan pada saat data berada dalam proses transmisi. untuk mengecek error ada beberapa cara, antara lain : even parity, odd parity, checksum, cyclic redundancy check, kode hamming. 

    Sinyal data. data adalah komponen yang mengandung suatu informasi yang akan ditransmisikan. Menurut karakteristiknya, data dibagi menjadi 2 yaitu data analog dan digital.
 - data analog : data dalam bentuk gelombang kontinyu dalam beberapa interval.
 - data digital : data yang memiliki nilai-nilai yang berlainan dan memiliki ciri-ciri tersendiri.
 sedangkan sinyal data adalah data yang berbentuk gelombang elektromagnetik.

Tuesday, September 5, 2017

Komunikasi Data Dan Jaringan Komputer

Standard
        Komunikasi data merupakan gabungan antara dunia komunikasi dan komputer. komunikasi umum contohnya adalah komunikasi antar manusia. kamunikasi komputer contohnya komunikasi antar komputer atau dengan perangkat pendukungnya seperti printer, proyektor, dll. Informasi dapat diubah menjadi bentuk data digital berupa bit 0 dan 1.
         Faktor-faktor yang harus diperhatikan pada komunikasi data :
- Jumlah dan lokasi pemrosesan data
- Jumlah dan lokasi terminal
- Tipe transaksi
- Kepadatan lalu lintas tipe tipe transaksi
- Prioritas atau urgensi informasi yang disalurkan
- Pola lalu lintas
- Keandalan sistem yang digunakan
- Revenue yang mungkin didapat.
         Komunikasi data perlu standar protocol agar sistem komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan global, standar protocol tersebut dapat menjamin kompatibilitas antara peralatan yang digunakan, bisa melayani banyak peralatan dengan kemampuan berbeda, dapat berlaku umum dan mudah dipelajari atau diterapkan.
 Model komunikasi :
- Sumber : Menghasilkan data untuk ditransmisikan
- Pemancar : Mengubah data menjadi sinyal yang dapat dipancarkan
- Sistem Transmisi : Membawa data
- Penerima : Mengubah sinyal yang diterima menjadi data
- Tujuan : Pengambilan data
   Sumber data merupakan elemen yang bertugas mengirimkan informasi, pada media tranmisi disebut transmitter. Media transmisi merupakan proses pengiriman data ke sumber penerima. Penerima Data merupakan alat penerima data yang dikirimkan oleh suatu sumber informasi yang disebut receiever.
     Kendala dalam komunikasi data antara lain waktu tanggap sebuah sistem, ukuran beban dari sestem, dan faktor manusia yang menentukan lancar tidaknya suatu sistem.
     Bentuk komunikasi data ada Off-Line dan ON-Line. Off-Line artinya pengiriman suatu data ke pusat pengolahan data tidak dilakukan saat itu juga atau tidak real time. sedangkan On-Line artinya pengiriman suatu data dikirim melalui terminal dan langsung diolah oleh pusat komputer.

JARINGAN KOMPUTER
       
        Jaringan komputer adalah sekumpulan perangkat komputer yang terhubung untuk berkomunikasi dengan tujuan membagi sumberdaya, seperti file dan printer. Klasifikasi jaringan komputer dibedakan menjadi 3, yaitu LAN, MAN, WAN.
 - LAN (Local Area Network) : Jaringan komputer yang mencakup wilayah kecil seperti jaringan  komputer rumah, kampus, gedung.
 - MAN (Metropolitan Area Network : Jaringan komputer yang mencakup seluruh kota, yang  menghubungkan antar kampus, antar gedung pemerintahan dan lain sebagainya.
 - WAN (Wide Area Network : Jaringan komputer yang mencakup wilayah sangat besar, seperti  jaringan komputer antar negara, wilayah.

Friday, February 12, 2016

Apa Itu Hari Valentine

Standard
Di hari-hari ini, sesekali pergilah ke mall atau supermarket besar yang ada di kota Anda. Lihatlah interior mall atau supermarket tersebut. Anda pasti menjumpai interiornya dipenuhi pernak-pernik—apakah itu berbentuk pita, bantal berbentuk hati, boneka beruang, atau rangkaian bunga—yang didominasi dua warna: pink dan biru muda. 

Dan Anda pasti mafhum, sebentar lagi kebanyakan anak-anak muda seluruh dunia akan merayakan Hari Kasih Sayang atau yang lebih tenar distilahkan dengan Valentine Day. 

Momentum ini sangat disukai anak-anak remaja, terutama remaja perkotaan. Karena di hari itu, 14 Februari, mereka terbiasa merayakannya bersama orang-orang yang dicintai atau disayanginya, terutama kekasih. Valentine Day memang berasal dari tradisi Kristen Barat, namun sekarang momentum ini dirayakan di hampir semua negara, tak terkecuali negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia. 

Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari Valentine Day. Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda. 

Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Sedangkan Valentine Day sarat dengan muatan religius, bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakannya, hukumnya bisa musyrik, karena merayakan Valentine Day tidak bisa tidak berarti juga ikut mengakui Yesus sebagai Tuhan. Naudzubilahi min Dzalik. Mengapa demikian?

SEJARAH VALENTINE DAY

Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine. Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Hallowen: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar, 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya: 

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. 

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. 

Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. 
Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu. 

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata. 

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya. 

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur. 

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I. 

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.


Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. 

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang yang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya. 

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tentangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam pula menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada tanggal 14 Februari 269 M. 

TRADISI KIRIM KARTU 
Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis. 

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkannya dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya. 

Lantas, bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan dengan arti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

 Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya menjadi “To be my Valentine?”, maka dengan hal itu sesungguhnya kita telah terang-terangan melakukan suatu perbuatan yang dimurkai Tuhan, istilah Sweiger, karena meminta seseorang menjadi “Sang Maha Kuasa” dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala. 

Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu!

Silang sengketa siapa sesungguhnya Santo Valentine sendiri juga terjadi di dalam Gereja Katolik sendiri. Menurut gereja Katolik seperti yang ditulis dalam The Catholic Encyclopedia (1908), nama Santo Valentinus paling tidak merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda, yakni: seorang pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Koneksi antara ketiga martir ini dengan Hari Valentine juga tidak jelas. 

Bahkan Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus. 

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untuk menandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari. 

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu. 

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

KEPENTINGAN BISNIS 
Kalau pun Hari Valentine masih dihidup-hidupkan hingga sekarang, bahkan ada kesan kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang pencetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu. 
Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine Day sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat sangat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.

 PESTA KEMAKSIATAN 
Christendom adalah sebutan lain untuk tanah-tanah atau negeri-negeri Kristen di Barat. Awalnya hanya merujuk pada daratan Kristen Eropa seperti Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, dan sebagainya, namun dewasa ini juga merambah ke daratan Amerika.

Orang biasanya mengira perayaan Hari Valentine berasal dari Amerika. Namun sejarah menyatakan bahwa perayaan Hari Valentine sesungguhnya berasal dari Inggris. Di abad ke-19, Kerajaan Inggris masih menjajah wilayah Amerika Utara. Kebudayaan Kerajaan inggris ini kemudian diimpor oleh daerah koloninya di Amerika Utara.

Di Amerika, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar. Mr. Howland mendapat ilham untuk memproduksi kartu di Amerika dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. Upayanya ini kemudian diikuti oleh pengusaha-pengusaha lainnya hingga kini.


Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik. 

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di selutuh dunia. The Greeting Card Association memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru (Merry Christmast and The Happy New Year), di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine. 

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang lebih besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa bunga mawar dan coklat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan kepada perempuan pilihan. 

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat ‘dating’ yang sering di akhiri dengan tidur bareng (perzinaan) ketimbang pengungkapan rasa kasih sayang dari anak ke orangtua, ke guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day. 

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja, sesuatu yang lumrah di negara-negara Barat, sepanjang malam itu. Malah di berbagai hotel diselenggarakan aneka lomba dan acara yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlainan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi party-party yang lebih bersifat tertutup dan menjijikan.

IKUT MENGAKUI YESUS SEBAGAI TUHAN 
Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan Valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai akidah Kristen, namun hal ini tidak terlalu dipusingkan mereka. “Ah, aku kan ngerayaain Valentine buat fun-fun aja…, ” demikian banyak remaja Islam bersikap. Bisakah dibenarkan sikap dan pandangan seperti itu? 

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasanya.

Nah, jika ada seorang Muslim yang ikut-ikutan merayakan Hari Valentine, maka diakuinya atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa “Yesus sebagai Anak Tuhan” dan sebagainya yang di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk dalam perbuatan musyrik, menyekutukan Allah SWT, suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik! 

“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” Demikian bunyi hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. 

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah. ” 

Allah SWT sendiri di dalam Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." Wallahu'alam bishawab.

dikutip dari: https://www.facebook.com/notes/info-jakarta-online/merayakan-valentine-day-haram-bagi-umat-islam-loh-klik-disini-dan-sebarkan/10150163647804913/

Friday, December 25, 2015

Falling In Love

Standard
Falling in love, apa sih falling in love, secara bahasa falling in love itu jatuh cinta, kalau menurut penjabaran saya suatu perasaan suka atau sayang yang tertuju kepada lawan jenis. Jatuh cinta tak selalu berujung jadian atau pacaran, ada yang berujung penolakan, ada yang berujung php sampek lama gak jelas gitu deh,kalau aku sih kebanyakan terus jadian tapi banyak juga yang ditolak wkwkwk.
Umumnya orang jatuh cinta itu dari tatapan mata pandang pertama atau pas pertama ketemu, tapi kali ini aku jatuh cinta bukan dari tatapan langsung tapi berawal dari curhat, ciye kayak lagunya Sheryl Sheinafia aja, tapi beneran ini ho, awalnya sih aku gak berharap untuk cinta ke dia soalnya dia punya temenku selain gitu aku paling gak bisa kalau sama temen, meski dia udah gak sama temenku tapi tetep ngrasa gak enak aja sama temenku.
Ceritanya ini temenku pengen balikan sama dia, terus minta bantuan ke aku, oke aku bantuin, tapi si dianya gak mau balikan, tapi temenku tetep aja keras kepala, dianya juga curhat alasannya ke aku, aku jadi simpati, awalnya aku yang mendukung temenku malah berbalik arah dukung si dia, (payah gimana aku ini), jujur aku orangnya gak tegaan. Dari curhat, cerita-cerita dia itulah aku jadi kenal lebih dekat dia, jadi kenal karakter dia kayak gimana, hatiku berkata apa ini dia yang kucari selama ini, tapi aku selalu mengelak bukan, dia punya temenmu.
Semakin rasa itu aku tepis semakin besar rasa itu, akhirnya aku ungkapkan deh perasaanku walau gak bisa ngomong secara langsung soalnya dia sulit banget ho diajakin ketemuan, lalu dia jawab kalau belum bisa menerima, tapi aku gak nyerah gitu aja, mungkin dia juga ragu sama aku, oke aku buktiin kalau aku serius. Seiring berjalannya waktu dia ngrasa kalau aku beneran serius malah dia ngomong kalau udah suka sama orang lain :’(. Bagai tersambar petir di siang hari, rasanya itu sesuatu banget saat dia ngmong kayak gitu.

Tapi sekali lagi aku masih belum menyerah untuk mendapatkan dia. Baru kali ini aku mau memperjuangin seorang wanita, tapi yang paling aku takutkan perjuangan itu akan sia-sia. Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan, Allah lah yang menentukan. Karena Allah tidak memberikan yang kita mau tapi memberikan yang terbaik untuk kita. Aku sekarang hanya bisa berdoa, jika dia memang tulang rusukku pasti akan kembali padaku karena tulang rusuk tidak akan tertukar, jika dia bukan tulung rusukku pasti tulang rusuk orang lain J

Saturday, November 14, 2015

Media Sosial Pinterest

Standard
Pinterest adalah media sosial atau jejaring sosial yang berbasis foto, hampir sama seperti instagram. Pinterest, sejatinya merupakan jejaring sosial yang mengusung konsep sharing papan buletin virtual yang memungkinkan pengguna mengoleksi apa pun yang ia sukai dari website mana pun, untuk dibagikan kepada orang lain. Pinterest digunakan untuk mengeksplorasi topik gaya hidup, desain, masakan, dekorasi, dan kesehatan.
Pinterest diluncurkan pada Maret 2012, jejaring sosial yang berbasis di Palo Alto, California, Amerika Serikat ini, kini bernilai lebih dari USD 200 juta. Padahal hanya memiliki 16 karyawan (Februari 2012).
Lantas siapakah tokoh dibalik mencuatnya Pinterest? Nama tersebut adalah Brian Cohen. Ia adalah investor pertama Pinterest. Brian Cohen memiliki latar belakang di dunia penerbitan dan kini menjabat sebagai founder dan chairman New York Angeles. Ide Pinterst menurut Brian Cohen berawal dari proyek Silbermann. Proyek ini bekerja pada Cold Brew Labs yang juga menghasilkan aplikasiTote.
Tote sendiri adalah sebuah aplikasi yang berisi konten katalog perempuan pertama di perangkat iPhone. Jejaring sosial yang memungkinkan pengguna memajang “papan virtual”online miliknya itu mengalami kenaikan kunjungan yang sangat signifikan. Buktinya, data dari Alexa.com menunjukan Pinterest saat ini berada di peringkat 16, situs yang paling banyak dikunjungi di Amerika. Ini berarti, Pinterest telah mengalahkan situs kantor berita CNN dan situs berita olahraga ESPN.
Dengan Pinterest kita bisa menemukan inspirasi dengan cepat dan dapat membagikannya ke orang lain. di Pinterest ada istilah 'pin', jika kita menemukan gambar/foto yang bagus untuk dibagikan, kita bisa pin gambar/foto tersebut dan otomatis akan langsung muncul di beranda kita, jika pengguna lain ingin mengepin gambar/foto tersebut bisa merepin atau bisa disebut 'repin'.
Apa keuntungannya?
Tergantung. Tergantung dari sisi mana pengguna melihatnya. Saya pribadi awalnya pengen tau saja, namun belakangan ini saya lebih banyak memperkenalkan Indonesia dengan segala kekayaan budaya dan keindahannya. Selain itu kita juga bisa banyak tau hal lain di luar kita yang menarik. Untuk promosi blog siapa bilang tidak bisa? bisa… Manambah kawan juga bisa (namanya juga jejaring sosial). Meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris juga, karena mayoritas pengguna saat ini dari luar Indonesia, lagipula setiap pin yang kita buat disertai dengan deskripsi, agar pesan lewat pin bisa dipahami secara global mau tidak mau pakai bahasa yang global juga.
Ayo buruan buat akunnya di www.pinterest.com

Sunday, October 11, 2015

Kamu Yang Mengganggu Pikiranku

Standard
      Awal kita kenal kamu adalah milik temenku, aku orangnya gak bisa an apalagi kalau ke teman yang akrab, maka dari awal aku berusaha menjahukan rasa itu darimu. namun seiring berjalannya rasa itu tak bisa menjauh,  lama kelamaan semakin dekat dan semakin yakin.
      Aku adalah tipe orang yang tidak bisa memendam perasaan. namun belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah berlalu, aku harus bersabar dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. tapi disaat aku bersabar, ada satu hal yang aku takutkan, yaitu terdahului oleh orang lain.
      Disetiap melihat aktivitasmu selalu ada rasa yang berbeda walaupun itu hanya di didunia maya, entah kenapa rasa ini berbeda dengan yang lainnya dan yang dulu-dulu. ku kira diriku bisa memendam perasaan ini terlalu lama, namun semakin lama hanya menjadi beban pikiran, disaat belajar maupun mengerjakan sesuatu selalu terlintas bayangmu dibenakku.
      Namun aku bukanlah orang yang suka mengungkapkan perasaan tanpa menatap wajah seseorang tersebut, inginku bertemu denganmu dan mengutarakan semua isi hati ini. ku harap jika kamu membaca tulisan ini, segeralah menghubungi diriku.

Ya Allah, jika dia memang jodohku pertemukanlah dan satukan kami hingga akhir nanti .

Saturday, October 3, 2015

Jangan Bersantai Saja, Negara Kita Sedang Dijajah

Standard
Artikel ini saya kutip dari artikel Dr. Ranggar Almahendra. dalam artikelnya yang berjudul "Berangkat Studi Ke Luar Negeri, Kembali Membangun Negeri".
      Sebelum era Perhimpunan Indonesia, kesadaran memperjuangkan martabat bangsa dari penjajahan boleh dikatakan hampir tidak pernah muncul. Perhimpunan Indonesia yang beranggotakan pemuda dan pelajar di luar negeri, mencoba membangunkan bangsa yang tertidur dan tak berdaya dibawah belenggu kolonialisme. kini, ketika tanda jaman mulai memnunjukan bentuk lain penjajahan, haruskah kita juga menunggu 350 tahun lagi untuk bangkit? ketika semuanya sudah terlambat . .
      Kita kembali terjajah, bukan dalam bentuk agresi militer melalui matra darat, air dan udara, namun penjajahan gaya baru yang menyerang dimensi sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya. penjajahan bukan lagi dengan senjata dan angkatan perang, namun melalui instrumen corporatocracy yang diam-diam mulai menggerogoti sendi-sendi kedaulatan negara kita.
      Corporatocracy bisa disejajarkan dengan terminologi plutocracy. Keduanya adalah bentuk pemeritahan yang dikendalikan oleh kepentingan suatu golongan pemilik modal. Plutocracy sendiri di Indonesia termanifestasi oleh pengusaha yang merapat ke pemerintah untuk memuluskan suatu urusan, atau sebaliknya, oknom pemerintah yang menggadaikan amanahnya untuk memperkaya diri atau mengamankan jabatannya.
       Di indonesia pusaran kepentingan pengusaha dan pemerintah masih seputar perbutan kue untuk saling memanfaatkan atau mengambil keuntungan satu sama lain. Ketikapun kepentingan pemerintah dan bisnis bersatu, biasanya akan ada pihak ketiga yang dirugikan, entah itu buruh, kaum marginal atau mengorbankan lingkungan hidup. Namun berbeda dengan negara yang banyak memiliki perusahaan multi-nasional berorientasi global, dua kepentingan yang berbeda bisa melebur menjadi agenda nasional bersama untuk memperkaya aset dalam negeri, sekaligus mengekploitasi negara lain. Hal ini yang membuat skala dektruktif corporatocracy global jauh lebih berbahaya daripada plutocracy lokal.
      Dalam buku Confession of Economic Hit Man, John Perkins memakai istilah Corporatocracy untuk menggambarkan imperium global Amerika yang dibangung atas tiga pilar kepentingan: perusahaan multi-nasional, politik-pemerintahan ditambah dukungan badan keuangan dunia (IMF, word bank) untuk "memperdaya" negara-negara miskin dan berkembang. Perkins dengan terang-terangan menyebutkan Indonesia adalah salah satu negara korban kepentingan imperium Amerika itu.
      Praktek corporatocracy dijelaskan dalam buku itu dalam skema yang sistematik. Pertama, Bank Dunia memberikan pinjaman kepada negara-negara berkembang dalam jumlah yang sangat besar, dana utang itu kemudian digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan yang tendernya dikuasai oleh perusahaan Amerika sendiri. Membuat uang trilyunan dollar itu keluar dari kantong kiri dan masuk kembali lewat kantong kanan. Menjadikan perusahaan swasta itu semakin kaya dan tentunya Amerika semakin makmur.
      Sementara negara korban terlilit oleh pokok utang dan bunga yang tiada terkira, rakyat masih saja tak bisa menikmati proyek pembangunan yang sudah tersunat disana-sini. Dalam hal ini, dua kali rakyat Indonesia menjadi korban. Pertama terhimpit corporatocracy oleh imperium global dan kedua plutocracy ulah pamong praja lokal.
       Entah teori itu hanya isapan jempol atau tidak, namun fakta yang terjadi disekitar kita cukuplah untuk membuat kita gelisah. Hingga tahun 2009 , total utang Indonesia telah melampaui Rp 1600 trilyun. Untuk menutup defisit anggaran anggaran, satu persatu badan usaha milik negara strategis telah dijual. Serbuan gurita-gurita bisnis asing makin tak terbendung, dari Sabang sampai Merauke sudah bukan milik kita lagi. ExxonMobile beroperasi di ladang minyak terbesar di pulai jawa, Caltex meneruskan dominasinya di sumatra, Newmont masih menancapkan kukunya di sulawesi dan nusa tenggara. sementara Freeport di papua telah menaikkan kapasitas produksinya 300.000 ton perhari, meninggalkan hutan, sungai, gunung yang kini terbabat habis dan warga sekitar yang hidup dalam kemiskinan serta kelaparan. Bahkan lebih menyakitkan lagi, Freeport kini menjadu perusahaan pertambangan terbesar di dunia, setelah mengakusisi Phelp Dodge senilai USD 26 Milyar, dengan menjadikan kekayaan bumi papua sebagai collateral.
      Tak terbendungnya corporatocracy global dalam 50 tahun ini, mengingatkan kita pada kejayaan VOC yang juga membutuhkan waktu setengah abad untuk menjadi perusahaan multi-nasional terkaya sejak didirikan 1602. Sejarah mencatat VOC sebagai perusahaan dagang yang luar biasa makmur hingga mampu membagikan deviden mencapai 4% untuk setiap lembar sahamnya. Namun dibalik, nama Indonesia, selaku tulang punggung jajahan VOC tetap saja tenggelam dan tak pernah diakui martabatnya.
      Lebih dari 300 tahun kita membiarkan diri terzalimi, terlena tanpa ada kesadaran bahwa kita sedang dijajah. Baru kemudian 1908, sekumpulan anak muda terpelajar di luar negeri yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia mulai membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia. Semangat untuk menentukan nasib sendiri dan lepas dari penjajahan ini tertuang dakam Manifesto 1925 yang berbunyi:
 1. Rakyat Indonesia sewajarnya diperintah oleh pemerintah yang dipilih mereka sendiri;
 2. Dalam memperjuangkan pemerintahan sendiri itu tidak diperlukan bantuan dari pihak mana pun dan;
 3. Tanpa persatuan kukuh dari pelbagai unsur rakyat tujuan perjuangan itu sulit dicapai.
      Resureksi semangat Manifesto 1925 inilah yang harus kita bangkitkan kembali untuk memperteguh kembali eksistensi generasi muda dalam menegakkan martabat dan kemandirian bangsa. Saatnya para pemuda dan pelajar di dalam dan luar negeri, bangkit kembali untuk memperjuangkan nurani, menyadarkan kita akan sebuah pertanyaan sederhana: kenapa kita harus selalu membungkuk dan tidak bisa menjadi tuan di negeri sendiri?
     Bersama mari kita gelorakan semangat untuk mengantarkan kembali Indonesia merdeka. Membangunkan bangsa yang terlena. Mempersatukan unsur masyarakat yang tercerai. Karena kita, pemuda, motor penggerak dan penentu perjalan bangsa di masa datang.